New Start New Mind
Begitu memasuki gan tempat parkir bagi pengunjung Poltabes Denpasar, tampak seorang tukang parkir telah berdiri seakan-akan menyambut kedatangan kami. Tak jauh dari situ juga terlihat beberapa orang duduk-duduk di atas motornya sambil bercengkrama dan menyalakan sebatang Djarum Black Menthol yang baru dikeluarkan dari bungkusnya.
Yup, itulah sekilas keadaan yang menyambut saya ketika mengantar ibu untuk membuat SIM C di kantor Poltabes Denpasar. Suasana pagi itu (26/11/2009) terlihat sangat berbeda dengan ketika terakhir kali saya kesana untuk mengantar adik membuat SIM. Pagi itu lumayan sepi dan dulu calo-calo SIM yang biasanya menyambut dan terus menguntit dari semenjak baru parkir hingga di dalam Poltabes, pagi itu hilang tak berbekas. Konon sich katanya sekarang urusan membuat SIM sudah semakin mudah dan para calo sudah dilarang beroperasi disana (dari dulu juga emang udah dilarang, tapi kok banyak yang berkeliaran disana ya?)
Begitu memasuki kantor pelayanan SIM, yang saya tuju pertama kali adalah bagian informasi dan menanyakan bagaimana urutan dalam membuat SIM baru. Maklum SIM ibu udah kadaluarsa sejak tahun 1995 dan sejak itu tidak pernah mengendarai motor lagi. Ternyata dari informasi yang saya peroleh, kami diharuskan untuk membawa surat keterangan sehat dari dokter (karena tida membawa, disuruh untuk mencarinya di dokter praktek yang praktek di gang disamping tempat parkir) serta surat keterangan dari kursus mengemudi Anisa.
Urusan membuat SIM berjalan dengan lancar dan tepat waktu (kurang lebih 2 jam) sesuai dengan papan petunjuk yang menyatakan membuat SIM baru memerlukan waktu 125menit. Tapi sampai saat ini masih ada hal yang mengganjal bagi saya yaitu tentang surat keterangan dari kursus mengemudi Anisa. Bukankah ibu saya ingin mencari SIM C untuk pengguna sepeda motor??? Kenapa juga harus melampirkan surat keterangan dari Anisa? Dan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh 1 lembar kertas dari Anisapun tidak sedikit. Saya juga tidak sempat memperhatikan apa saja yang termuat di dalamnya, tetapi ini membuat saya bingung khan ibu tidak mencari SIM A tetapi kok perlu surat itu???
Salah saya juga kenapa tidak menanyakan hal itu kepada polisi yang bertugas dibagian informasi. Klo dipikir-pikir tentunya keuntungan yang diperoleh oleh kursus mengemudi Anisa tentu sangat banyak mengingat jumlah orang yang mencari SIM tiap harinya bisa mencapai ratusan dan “wajib” memiliki selembar kertas berstempel Anisa seharga Rp 70.000,- Jumlah uang yang lumayan hanya untuk 1 lembar kertas yang saya ga tau gunanya untuk apa padahal nantinya para pencari SIM baru juga harus mengikuti tes tulis dan praktek mengendarai motor.
Saran saya kepada bapak-bapak dan ibu-ibu polisi yang bertugas di Poltabes sebaiknya memasang pengumuman tentang apa dan mengapa para pencari SIM baru harus memiliki surat keterangan tersebut sebagai kelengkapan administrasi. Atau mungkin teman-teman bisa menjelaskan kepada saya tujuan dan manfaat dari lembar tersebut?
Pukul 11 kurang SIM C ibupun sudah jadi. Dalam perjalanan menuju tempat saya parkir motor kesayangan saya, tidak sengaja kaki saya menendang kotak rokok Djarum Black yang dibuang secara sembarangan oleh pemiliknya. Dengan ditemani panas matahari yang begitu menyengat kamipun pulang dengan sebuah pertanyaan yang menganjal tentang “surat dari Anisa” tersebut
Mr. Handsome 28November2009
kalau surat keterangan dokter sih memang diwajibkan. tapi kalau surat keterangan Anisa, perlu dipertanyakan. saling untung-untungan kah?
.-= Mr. Handsome´s last blog ..Sekadar Update Sebelum Dikurbankan =-.
ekads 28November2009
@ mr. Handsome: hmmm… mungkin saja bos
Cahya 30November2009
Paman saya juga punya kisah yang serupa, tapi di kantor polisi lokal. Setelah dibawa ke Poltabes Denpasar malah tidak perlu surat keterangan kursus mengemudi, lha wong yang dicari SIM C untuk sepeda motor.
.-= Cahya´s last blog ..Bingung Dengan Desain Blog =-.
rinu 1December2009
MENARIK….menarik, ane dulu cuma bayar langsung jadi tuh SIM he he he kalau g salah dulu 200 an
.-= rinu´s last blog ..45 poster anti rokok terbaik =-.
suryadewa 1December2009
mampir sobat
cyzko 3December2009
lo katanya sekarang bebas calo….
.-= cyzko´s last blog ..Akhirnya bisa juga bikin Sitemap =-.
ekads 4December2009
@ rinu: yupe totalnya emang jadinya segitu mas…
@ suryadewa: silahkan bos..
@ cyzko: emang udah ga ada calo kok bro…
ramudeng 6December2009
Anisa laris manis euy…
.-= ramudeng´s last blog ..Ssttt…. =-.
ekads 8December2009
@ ramudeng: iya nie bang, laris manis….
indocool 4January2010
Hati-hati juga jangan ketipu nyari surat keterangan sehat dari dokter Luh Gede Sudharmawati di samping poltabes itu. gw kena 25.000 padahal kalo bikin keterangan sehat di puskesmas cuma 3.000-5.000.
dalam sehari bisa 200-300 orang cari surat keterangan sehat kesana. bisa dibayangkan keuntungan dokter bisa 5juta-10juta sehari.
Biaya perpanjanga SIM cuma 60.000, ditambah surat keterangan sehat yang 25.000 jadinya 85.000
ekads 4January2010
@ indocool: nah, itu dah sob. saya juga ga habis pikir kenapa mereka bisa memungut bayaran yang begitu tinggi padahal tiap hari mereka bisa memperoleh pemasukan yang ga sedikit walaupun biayanya cuma 5.000. belum lagi sertifikat dari anisa, coba dech pikir buat apa juga harus punya surat keterangan dari kursus mengemudi anisa padahal udah jelas kami mau buat SIM C.
mending biayanya murah, 75.000 cuma untuk selembar kertas yang menurut saya ga penting itu kebangetan namanya.
yupe, secara kasarnya, pendapatan dokter yang memberikan surat keterangan sehat aja ampe segitu sehari. bagaimana dengan pendapatan dari kursus mengemudi anisa coba???? X(
realtek windows 7 driver 13May2010
I’m still learning from you, while I’m making my way to the top as well. I certainly love reading everything that is posted on your website.Keep the information coming. I liked it!